Buku hilang, data ikut hilang
Buku absensi bisa pudar, tercecer, atau tertinggal di ruang kelas. Yang belum direkap harus diingat dari kepala.
Absensi RFID · pesantren & madrasah
Sekali tap, nama, jam, kelas langsung tercatat — lengkap dengan foto bukti dari kamera mesin. Pengurus cukup buka HP: siapa hadir, siapa telat, siapa bolos — sudah jadi rekap, tinggal unduh. Internet putus? Mesin tetap mencatat — antar mesin bisa saling terhubung lewat jaringan radio (LoRa) sendiri!
Dipakai harian di pesantren & madrasah — lihat detail sekolahnya.
Rekaman asli kamera titik absensi. Selesai tap, nama murid, kelas, dan jamnya langsung muncul di layar.
Absensi di sekolah tidak boleh berhenti hanya karena sinyal jelek — dan pelanggaran tidak boleh lolos begitu saja.
Tiap tap tersimpan di mesin, dan mesin-mesin di tiap titik absensi saling terhubung satu sama lain lewat radio LoRa — jaringan milik sistem sendiri. Absensi tetap terekam tanpa bergantung internet.
Seperti e-tilang-nya absensi: pengurus menandai pelanggaran, lalu surat pemberitahuan (takzir) terbit sendiri — lengkap foto bukti kamera* sampai jadwal sidang.
Setiap titik absensi punya batas sendiri: putra/putri, kelas atau jenjang, sampai peserta kegiatan. Tap di luar batas ditolak langsung di mesin sehingga daftar hadir di satu titik tidak tertukar dengan titik lain.
Mesin di Gerbang Putri
Mesin di gedung Kelas 4 Ibt
Ilustrasi sederhana, filternya diatur per mesin lewat panel.
Pengurus menandai pelanggaran titip kartu, tap saja tidak masuk kelas, atau alpa lalu surat pemberitahuan pelanggarannya (takzir) terbit sendiri dalam PDF: foto bukti kamera*, tanggal dan kegiatan, sampai jadwal sidang sudah terisi di dalamnya.suratnya tidak diketik manual lagi.
Halaman yang paling sering dibuka pengurus: rekap per murid perhari & perbulan, koreksi status, dan pantauan absensi yang sedang berjalan.
Kamera di titik absensi merekam kegiatan Absensi berlangsung.
Kami tunjukkan 5 menit cara kerjanya, tanpa biaya dan tanpa keharusan setor data.
Dipakai harian di pesantren & madrasah di Lampung dan Cirebon — lihat detail sekolahnya.
Kalau absensi masih manual, pekerjaan pengurus tidak pernah selesai: buku absen dicek satu per satu, disalin lagi ke komputer, dan bulan depan diulang dari awal.
Buku absensi bisa pudar, tercecer, atau tertinggal di ruang kelas. Yang belum direkap harus diingat dari kepala.
Selesai mengajar, pengurus masih menghitung kehadiran satu per satu, menyalin ke komputer, lalu mengecek ulang karena sering selisih.
Kehadiran murid, guru, izin, dan pelanggaran ada di buku berbeda-beda. Saat disusun untuk rapor, semua di susun manual satu per satu.
Tiga langkah, tanpa mengubah kebiasaan murid dan tanpa menambah pekerjaan baru untuk pengurus.
Setiap murid dan guru punya kartu RFID yang dibawa saat jam absensi. Cukup itu — tanpa aplikasi, tanpa mengisi apa pun di layar.
Sekali tempel di mesin absensi, nama dan jam dan foto langsung tercatat. Mesin menampilkan status di layar, jadi murid tahu tap-nya masuk.
Pengurus buka web dari HP: siapa hadir, telat, atau bolos sudah tersusun, rekap tinggal unduh sebagai Excel atau PDF.
Setiap fitur di bawah menjawab satu masalah nyata yang setiap hari memakan waktu pengurus.
Siapa hadir hari ini langsung kelihatan, lengkap dengan laporan harian dan bulanan, dapat diunduh dalam bentuk Excel atau PDF.
Mesin di gerbang putri hanya menerima kartu putri; mesin di titik tertentu hanya untuk kelas, jenjang, atau peserta kegiatan yang ditunjuk. Tap di luar batas ditolak langsung di mesin.
Murid MI, MTs, dan MA bisa tap di mesin yang sama (di waktu yang berbeda). Rekap tiap lembaga tetap terpisah dengan rapi.
Sistem dirancang untuk ribuan murid — tidak perlu mengganti atau meng-upgrade mesin setiap tahun ketika sekolah bertambah besar.
Data murid sudah tersimpan di mesin, jadi nama muncul di layar sekitar 0,3 detik setelah kartu disentuh — tanpa menunggu server. Murid tidak perlu mengantre.
Kartu utama hilang? masih dalam proses pembuatan? atau murid baru? bisa diatasi memakai kartu sementara — gelang atau kartu tamu dengan masa berlaku yang habis sendiri otomatis.
Jadwal ngaji hanya sekali seminggu? sebulan sekali? libur tiap hari selasa? Jadwal kegiatan bisa secara fleksibel disesuaikan
Pengurus menandai pelanggaran — titip kartu, tap saja tidak masuk kelas, alpa — lalu surat pemberitahuan pelanggaran (takzir) terbit sendiri dalam PDF, lengkap foto bukti kamera dan jadwal sidang. Izin dan sakit ikut tercatat, jadi tidak salah tuduh.
Cukup izin di satu tempat, dan izin terlaku di berbagai lembaga dan berbagai kegiatan
Lihat dan kendalikan mesin dari HP: jadwal, cctv, kamera, WiFi, sampai restart perangkat
Empat pertanyaan yang paling sering masuk. Sisanya ada di halaman pertanyaan umum.
Pengurus menandai pelanggarannya — titip kartu, tap saja tidak masuk kelas, atau alpa — lalu surat pemberitahuan pelanggarannya terbit sendiri dalam bentuk PDF: foto bukti kamera, tanggal dan kegiatan, sampai jadwal sidang sudah terisi. Menandainya masih dari pengurus karena izin dan sakit harus dilihat manusia. Tapi efeknya nyata: murid tahu setiap pelanggaran berujung surat, dan jumlah pelanggaran turun drastis.
Bisa. Tiap mesin dibatasi sesuai titiknya: mesin di gerbang putri hanya menerima kartu putri, mesin di area tertentu hanya untuk kelas atau jenjang tertentu, atau hanya untuk peserta kegiatan yang sedang berjalan. Tap di luar batas itu ditolak langsung di mesin.
Mesin biasa hanya menahan tap di dalam mesin dan menunggu internet pulih — tiap mesin bekerja sendirian. Musama membentuk jaringannya sendiri: antar mesin di tiap titik absensi terhubung lewat radio LoRa, sehingga titik-titik tetap saling terhubung dan data absensi tetap mengalir meski internet sekolah mati.
Kartu RFID 13.56 MHz yang sudah umum dipasaran
Chat WhatsApp saja. Kami tunjukkan 5 menit cara kerjanya — dari murid tap sampai rekap muncul di HP — lalu baru bicara pemasangan kalau memang cocok.